Berikut teks dari dokumen yang Anda upload tanpa menghilangkan isi aslinya:
PEREMPUAN DAN PELAYANAN GEREJA
Topik tentang Perempuan dan Pelayanan Gereja adalah topik perbincangan yang dapat mendatangkan perselisihan dan perdebatan hingga saat ini. Bahkan ada daerah yang masih tidak mengijinkan perempuan untuk berdoa, bersaksi, membaca Alkitab dalam ibadah-ibadah gerejawi pada hari minggu. I Timotius 2:12 adalah ayat Alkitab yang menjadi pusat perselisihan tersebut. (Bandingkan I Korintus 14:34).
I. KEDUDUKAN KAUM PEREMPUAN DALAM GEREJA
Gereja bertanggungjawab atas program Pelayanan Perempuan dan mendapat dukungan dan gereja harus mengawasi Pelayanan Perempuan.
Pelayanan Perempuan bertanggungjawab untuk memajukan pelayanan gereja serta membantu menunaikan tugas gereja. Gereja adalah milik Kristus yang berada dalam dunia untuk melakukan tugas yang diberikan Kristus kepada gereja.
Amanat Agung Yesus Kristus menyatakan tugas gereja: “JADIKANLAH SEMUA BANGSA MURIDKU” (Matius 28:19). Ada 3 langkah tugas memuridkan orang:
-
Menginjili: Markus 16:15 — tugas gereja menyampaikan Injil kepada semua makhluk di dunia dan membawa mereka kepada Kristus.
-
Mendewasakan: Kolose 1:28; Efesus 4:13 — tugas gereja dalam pertumbuhan rohani menuju kesempurnaan dan kedewasaan penuh dalam Kristus.
-
Melayani: I Petrus 2:9-10; Efesus 4:12 — tugas gereja melayani dan melibatkan setiap anggota dalam pelayanan yang aktif, baik di dalam dan luar gereja.
II. HUBUNGAN SEORANG PEREMPUAN DENGAN GEREJA
-
Aktif mengikuti ibadah-ibadah yang dilakukan gereja (Ibrani 10:25)
-
Memiliki karunia; Kisah Para Rasul 2:42; Roma 12:3-8
-
Melayani
III. TUJUAN MENGADAKAN PELAYANAN PEREMPUAN
-
Supaya setiap perempuan/ibu mengenal Kristus secara pribadi
-
Supaya setiap perempuan bertumbuh semakin dewasa dalam Kristus dan dalam keberadaannya
-
Supaya setiap perempuan aktif dalam pelayanan gereja dan Penginjilan
-
Supaya setiap perempuan dilengkapi dan dilatih untuk aktif melayani
IV. PROGRAM PELAYANAN PEREMPUAN
-
Penyembahan (Pujian dan doa)
-
Pengajaran (Renungan Firman Tuhan, doa)
-
Persekutuan (bersaksi, doa)
-
Pelayanan keluar
V. MELAYANI KAUM PEREMPUAN SESUAI DENGAN KEBUTUHAN
VI. MELAYANI DENGAN SUKACITA
-
Percaya pada Yesus
-
Memiliki hubungan indah dengan Tuhan
-
Memiliki masa depan yang pasti
VII. PEREMPUAN YANG MENGASIHI SEMUA ORANG
-
Siapa saya
-
Mengapa saya ada dalam persekutuan Pelayanan Perempuan
-
Kemana arah pelayanan saya
VIII. PERANAN PEREMPUAN DALAM PELAYANAN
-
Sebagai motivator
-
Sebagai Teladan
IX. BENTUK-BENTUK PELAYANAN
-
Hamba Tuhan / Pendeta / Gembala Sidang – I Timotius 3:1-7; Titus 1:5-16
-
Majelis / diaken – I Timotius 3:8-13
-
Pelayanan Liturgis
-
Pendoa
-
Pelayanan Perkunjungan
X. MASALAH-MASALAH PEREMPUAN
-
Kesibukkan dalam rumah tangga
-
Kurangnya pembinaan
-
Lingkungan
-
Masalah pribadi dan keluarga
XI. MENINGKATKAN PERAN PEREMPUAN DALAM PELAYANAN
-
Dibimbing dan diarahkan perempuan supaya menjadi pribadi yang bertanggungjawab kepada Tuhan dengan mengadakan berbagai kegiatan yang dapat mengembangkan diri dalam pelayanan pekerjaan Tuhan.
-
Melatih dan melibatkan perempuan dalam pelayanan yang aktif, baik di dalam lingkungan gereja maupun keluar. (Efesus 4:13; Kolose 1:28).







STT Walter Post Jayapura Gelar Kuliah Umum Bahas Tantangan Program Strategis Nasional